LightBlog

Selasa, 23 Januari 2018

Fakta Minimnya Pengetahuan Masyarakat Tentang Perencanaan Keuangan

Di negara berkembang seperti indonesia ini masih banyak yang belum diketahui oleh masyarakat tentang perencanaan keuangan. Banyak kejadian kejadian yang sering menimpa di sekitar kita seperti pendidikan anak yang tidak terlanjutkan, tidak bisa menikmati masa tua dengan santai, tabungan yang semakin hari semakin banyak terambil karena kebutuhan dan masih banyak masalah tentang keuangan.
Ada sebuah survey dari sebuah lembaga yaitu survey LIMRA (Life Insurance Marketing and Research Association). survey LIMRA dilakukan dan responden yang usia awal bekerja 20 tahun dan pensiun di usia 60 tahun. hasil dari survey tersebut cukup mengagetkan masyarakat. Hasilnya adalah
49% Bergantung kepada orang lain
29% Meninggal Dunia
12% Bangkrut
5% Masih Bekerja
4% Mandiri
1% Kaya
dapat dilihat
Dari data survey tersebut dapat dilihat bahwa hanya 5% yang dapat menikmati masa tua dengan nyaman dan tidak bergantung kepada orang lain. Apa yang salah dengan perencanaan keuangan mereka?

Pengetahuan masyarakat tentang perencanaan keuangan sangat berpengaruh terhadap kondisi di masa tua anda. Oleh karena itu mari kita sama-sama belajar dan memahami tentang perencanaan keuangan di masa yang akan datang.

Pada tahun 2013 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan survey di 27 provinsi, 8000 responden orang mengenai literasi keuangan. Dari hasil survey tersebut menunjukan bahwa pengetahuan masyarakat tentang perencanaan keuangan masih rendah. Fakata ini berkaitan dengan hasil survey LIMRA yang ternyata di usia tua masih banyak yang belum bisa menikmati masa tua nya.

Berikut hasil survey Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang merupakan fakta mengenai pemahaman masyarakat tentang literasi keuangan.









Kemampuan berhitung masyarakat terkait produk dan layanan jasa keuangan dari survey OJK adalah sebagai berikut :

- 93.55% responden dapat menjawab soal aritmatika sederhana dengan benar. 
- 30.00% menyatakan dapat menghitung bunga, namun ternyata 62.61% responden dapat memberikan jawaban tepat mengenai perhitungan bunga. 
- Terdapat 10.98% yang menyatakan dapat menghitung nilai mata uang/inflasi, tetapi ternyata yang dapat memberikan jawaban benar terkait konsep inflasi adalah 35.28%. 
- Hanya 9.67% masyarakat yang mengaku dapat menghitung hasil investasi, yang kenyatannya 62.65% masyarakat memiliki pemahaman mengenai konsep investasi dan risiko.

Hanya 36.02% masyarakat menyatakan memiliki kemampuan menghitung bunga, angsuran, hasil investasi, biaya penggunaan produk, denda, inflasi.

Dari data survey yang telah di lakukan dapat di katakan bahwa Tujuan keuangan masyarakat masih didominasi dengan tujuan jangka pendek untuk memenuhi kehidupan sehari-hari dan mempertahankan hidup. Untuk mencapai tujuan keuangan, upaya utama yang dipilih masyarakat cenderung berupa upaya jangka pendek yang sejalan dengan kecenderungan tujuan keuangannya. 

Masih banyak perencanaan keuangan yang masih belum di pahami oleh masyarakat, seperti program perencanaan keuangan di Asuransi, Simpan Pinjam, Reksa Dana dan masih banyak yang lainya. Maka dari itu masih banyak yang belum mengetahui tentang manfaat apa dari program perencanaan keuangan

Mari kita semua saling mempelajari pengetahuan tentang perencanaan keuangan agar dapat mempersiapkan masa yang akan datang dengan baik. setidak nya dapat menikmati masa tua dengan nyaman dan tentram.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar